Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Selamat Membaca artikel saya

Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Enjoy lah dalam membaca artikel saya

Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Semoga anda happy reading

Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Jangan lupa tinggalkan jejak anda di kolom komentar

Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Semoga harimu Menyenangkan

Selamat Datang di Berbagi Tulisan

Jangan lupa pula untuk Follow blog saya, supaya anda jadi orang pertama yang melihat pemberitahuan artikel terbaru dari blog saya :)

Monday, November 19, 2018

Kumpulan cerita lucu : 100% dijamin ngakak (part 3) - berbagi tulisan

Kisah Nenek Gokil

Suatu sore di lampu merah,
Nenek : "Sedekahnya, Neng," ( pasang muka
melas )

Eneng : ( hanyatersenyum)
Nenek : "Neng, sedekahnya, Neng!"

Eneng : ( senyum lagi )
Nenek : "Neng, sedekahnya atuh!" ( mulai kesal )

Eneng : ( masih senyum )
Nenek : "Neng, tak kasihankahpada nenek?
Sedekahnya atuh, Neng!"

Eneng : "Nek, dari tadi kan Eneng udah sedekah,"
Nenek : "Mimpi apa ya, Neng? Kan dari tadi Eneng
belum ngasih apa-apa, cuma senyum-senyum aja!"

Eneng : "Lha, Nek, senyum itu kan sedekah,"

Nenek : "Iya sedekah, tapi manabisa kenyang
perut saya, kalaucuma lihatin senyum kamu
aja!" ( ngunyah Aspal kering)


Cerita Gokil Test Mata Pasien


Seorang pasien sedang di tes
matanya oleh dokter,
untuk mengetahui jenis
penyakitnya.

Dokter : "Gambar apa ini...?"
Pasien : "Uang Dollar."
Dokter : "Benar, kalau ini gambar
uang apa?"
Pasien : "Uang Rupiah"
Dokter : "Benar, kalau ini gambar
apa?"

Pasien : "Yen Jepang, Dok!"
Dokter : "Ya cukup, anda punya
penyakit mata
akut."

Pasien : "Penyakit mata apa
Dok??"
Dokter : "MATA DUITAN.....!!!? ?!!"
wkwkwkwk

Pemuda Dan Pak Haji


Ada seorang pemuda yang ingin
bertanya sama Pak Haji
Pemuda : Apakah bisa menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?


Pak Haji : Insya Allah saya akan
menjawab pertanyaan anda.
Pemuda: Anda yakin? Sedangkan
Profesor dan ramai orang yang pintar
tidak mampu menjawab pertanyaan
saya.

Pak Haji : Saya akan mencoba sejauh
kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :
1. Kalau memang Allah itu ada,
tunjukan wujud Allah kepada saya..

2. Apakah yang dinamakan takdir?

3. Kalau syaitan diciptakan dari api
kenapa dimasukan ke neraka yang
dibuat dari api, tentu tidak
menyakitkan buat syaitan.

Sebabmereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Allah tidak pernah berfikir
sejauh itu?
Tiba-tiba Pak Haji menampar pipi
pemuda tadi dengan keras. PLAAAKKK
Pemuda : (sambil menahan sakit)
Kenapa anda marah kepada saya?

Pak Haji : Saya tidak marah...
Tamparan itu adalah jawaban saya
atas 3 pertanyaan yang anda ajukan
kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh
tidak mengerti.
Pak Haji : Bagaimana rasanya
tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan
sakit.
Pak Haji : Jadi anda percaya bahwa
sakit itu ada?
Pemuda : Ya!

Pak Haji : Tunjukan pada saya wujud
sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Pak Haji : Itulah jawaban pertanyaan
pertama kita semua merasakan
kewujudan Allah tanpa mampu
melihat wujudnya.

Apakah tadi malam anda bermimpi
akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.

Pak Haji : Apakah pernah terfikir oleh
anda akan menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.

Pak Haji : Itulah yang dinamakan
takdir....
Terbuat dari apa tangan yang saya
gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.

Pak Haji : Terbuat dari apa pipi
anda?
Pemuda : Kulit.
Pak Haji : Bagaimana rasanya
tamparan saya?
Pemuda: Sakit.

Pak Haji : Walaupun syaitan
dijadikan dari api dan neraka juga
terbuat dari api, jika Allah
menghendaki maka neraka akan
menjadi tempat yang menyakitkan
untuk syaitan.
Subhanallah...

Cerita Malam Pertama


Cerita Malam Pertama Perkawinan Anton
Hari ini adalah hari pernikahan Anton dengan
Indah (samaran aja kok bukan beneran !), dua
sejoli dari sebuah dusun.

Dua sejoli ini sama - sama gak tahu yang harus dilakukan pada malam
pertama. Jadi pada malam pertama mereka
tidak diisi dengan "adegan-adegan" yahut,
mereka hanya tidur bareng aja.


Esoknya ayah Anton bertanya, "Gimana, Ton ?
asyikkan malam pertamanya?"
Si Anton menjawab polos, "Biasa aja kok Pak !
kita kan hanya tiduran biasa."

Ayah Anton heran, "Lho jadi kalian nggak gitu -
gitu ?"

"Gitu - gitu gimana to Pak ?", tanya Anton
Dengan bijaksana Ayah Anton menjelaskan, "Gini
lho Tole ! kalo malam dalam rumah tangga,
kamu diwajibkan untuk berhubungan intim
dengan istri. Caranya 'adek' kamu dimasukkin ke
'itu' nya istrimu !"


Mendapat penjelasan dari Ayahnya, Anton
langsung mempraktekkan pada malam harinya.
Esoknya Ayah Anton kembali bertanya,
"Gimana ? Asyikkan ?"


Si Anton menjawab dengan polos juga, "Asyik
gimana, kan cuma dimasukin doang !"
Ayah Anton heran lagi, "Cuma dimasukin ? gak
dikeluarin ?"


"Lho gimana to, Pak? katanya dimasukkin kok
disuruh dikeluarin ?", tanya Anton
Dengan bijaksana Ayah Anton memberi solusi
"Gini aja, Le! nanti malam Bapak ada diluar


deket kamar kamu! Bapak akan bawa kentongan,
nanti kalo kamu denger suara THUNG itu
tandanya dimasukin, kalo denger suara THUNG
lagi itu tandanya ditarik ! ok ! "


"Oke deh, Pak ", jawab Anton
Malamnya Ayah Anton sudah bersiap di luar
rumah dekat kamar Anton dan Indah dengan
kenthongannya. Si Anton pun udah bersiap diri.


Pada saat yang tepat Ayah Anton membunyikan
1 bunyi kentongan THUNG, mendapat tanda itu
si Anton langsung memulai tugasnya untuk
"masuk". Beberapa detik kemudian terdengar


suara THUNG lagi, dan Anton langsung "ditarik".
Beberapa detik kemudian terdengar suara
THUNG lagi, dan Anton langsung "masuk", begitu
seterusnya hingga suara kentongan menjadi
lebih cepat dengan tempo sedang
"THUNG...THUNG ...THUNG ...THUNG THUNG...
THUNG... THUNG... THUNG"


Antonpun mengikuti irama dan akhirnnya Anton
dan istrinya pun mendapatkan makna yang
sesungguh tentang malam pertama.

Tanpa diduga datang segerombolan petugas
ronda yang sama - sama membunyikan
kentongan dengan tempo yang cepat.

Suara kentongan itu bersatu dengan suara kentongan
Ayah Anton, sehingga tempo dari suara
kentongan menjadi secepat tempo lagunya
Metallica. Tempo inipun diikuti Anton
THAK THUNG THUNG THUNG TERRR THAK
THUNG THUNG THUNG TERRR THAK THUNG
THUNG THUNG TERRR THUNG THUNG THUNG
THUNG THUNG THAK THUNG THUNG THUNG
TERRR THUNG THUNG THUNG THUNG THUNG
THAK TERRRR THUNG THUNG THUNG THUNG
THUTNG THUTNG THUNG THUNG THUNG
THUNG GLERRR
"BAAAAAAAAPPPPPPPAAAAAAAAAKKKK
KKKKKKKK................ !!!! ", jerit Anton

Pemuda Berbadan Kecil


Di sebuah bar seorang pemuda berbadan
kecil sedang duduk santai.

Seorang preman lokal mendekati dan langsung menendangnya
keras, "Ciaaaat!!" Pemuda kecil jatuh
tersungkur dari bangkunya.

Ketika dia bangun, si preman berkata dengan sombong, "Itu tadi
taekwondo dari Korea." Karena takut, pemuda
itu tak menanggapi. Dia lalu kembali duduk ke

bangkunya. Namun tidak lama kemudian,
preman tadi kembali mendekati dan
membantingnya, "Gubrakkk!" Pemuda kecil
itu terjerembab.

Saat dia bangun, preman
berkata lagi, "Itu tadi judo dari Jepang."
Pemuda kecil itu tetap tidak menanggapi.
Perlahan-lahan dia kembali duduk. Tidak lama
kemudian, si preman menonjoknya, "Buggg!"
Pemuda kecil kembali jatuh, lalu si preman
berkata, "Itu tadi boxing dari Amerika".


Pemuda kecil menyadari mulutnya
mengeluarkan darah. Lalu dia bangun dan
tidak kembali ke bangkunya. Perlahan-lahan
dia keluar dari bar.

Tidak beberapa lama
kemudian pemuda kecil itu masuk ke bar dan
menghampiri si preman. Tanpa berkata apa-
apa lagi dia langsung memukul si preman,

"Bletokkkk!" Si preman langsung jatuh
pingsan. Pemuda kecil ingin memberi
penjelasan, tapi si preman tidak juga siuman.


Pemuda kecil menghampiri pemilik bar dan
berkata, "Pak, bila preman ini bangun tolong
beritahu bahwa yang tadi itu adalah linggis
dari gudang."

Dongeng untuk anak : Kancil dan Kura-kura - berbagi tulisan

Suatu hari Kura Kura dan Kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding.

Sang Kancil melesat dengan cepat dan setelah merasa jauh melampaui Kura Kura dia berhenti sejenak dibawah pohon untuk beristirahat sebelum memulai lagi perlombaannya. Sang Kancil terduduk dibawah pohon dan akhirnya tertidur. Dan Kura Kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara.

Sang Kancil sangat kecewa dengan kekalahannya lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati hati dan terlena. Kalau saja dia bisa lebih waspada maka tidaklah mungkin Kura Kura bisa mengalahkannya.

Lalu ditantangnya lagi Kura Kura tersebut untuk melakukan lomba ulang yang disetujui oleh Kura. Dan kali ini, sang Kancil menang mutlak karena dia berlari tanpa henti

Kali ini sang Kura Kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan Kancil pada jalur seperti yang lalu. Setelah berpikir keras, kali ini Kura Kura menantang sang Kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda.

Sang kancil setuju.

Mereka mulai berpacu dan sang Kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti ditepi sungai, karena harus menyeberang. Rupanya garis finish nya terletak beberapa ratus meter setelah tepi diseberang sungai .

Sang Kancil bingung tidak tahu harus berbuat apa….. dan tak lama kemudian muncul Kura Kura menyusul dan dengan santainya menyeberang sampai kegaris finish dan memenangkan pertandingan

Kali ini sang Kancil dan Kura Kura menjadi bersahabat dan mulai memikirkan solusi masalah bersama sama.

Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik.
Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi, cuma kali ini mereka berlari dalam satu team

Mereka mulai berlari …… mula mula sang Kancil menggendong Kura Kura sampai ketepi sungai, kemudian disini Kura Kura yang menggendong Kancil untuk menyeberangi sungai. Diseberang satunya Kancil mulai menggendong Kura Kura lagi sampai kegaris finish. Sampai digaris finish keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba.

Sunday, November 18, 2018

Kumpulan cerita lucu : 100% dijamin ngakak (part 2) - berbagi tulisan

Cerita Konyol Kaca Pembesar


Ada Cerita Sepasang pengantin baru mulai membiasakan diri menyesuaikan

dengan perubahan yg terjadi .


Setelah selesai mandi si istri keluar kamar mandi dengan menggunakan handuk.


Si suami bertanya :

Koq masih pake handuk sih ?

Kan kita udah married .


( Sambil tersipu si istri menjawab )

Oh iya lupa ,

( lalu dia melepas handuknya )


( Si suami terpesona menatap tubuh

istrinya dan berkata )

Woow !!!

indah sekali ...

Kamu cantik banget !

Kemudian si suami bertanya :

Bolehkah aku memotretnya ?


Si istri kaget dan bertanya :

Apa ?

memotret !?


Si suami menjawab :

Iya ...

biar kecantikanmu selalu bisa kubawa

di dekatku selamanya .


( Si istri pun tersenyum dan membiarkan si suami memotret )


Kemudian si suami mandi .

Setelah selesai dia keluar kamar mandi dengan tetap memakai handuk .


Si istri bertanya :

Lho koq masih pake handuk sih ?

Kan kita udah nikah !


( Si suami langsung membuka handuknya )


( Si istri terkejut lalu bertanya )

Bolehkah ɑku memotretnya ?


( Sambil tersenyum si suami bertanya )

Untuk apa ?


Si istri menjawab :

Kalo dipotret kan bisa diperbesar !

abis kecil banget sih 



Cerita Gendeng BATAL NIKAH



Di sore hari terlihat 3 orang pemuda (Cuplis, Gatot, Gundul) yang sedang bertukar cerita tentang pernikahan mereka yang batal.


Cuplis : Mot, kamu kenapa batal nikah, bukannya seharusnya bulan lalu kamu nikahnya


Gatot : Iya Plis, aku batal nikah karena kami Beda Agama.


Kalau kamu kenapa Plis, bukannyakamu juga seharusnya 2 minggu lalu nikahnya.


Cuplis : Iya, kami batal nikah karena kami Beda Suku.


Cuplis & Gatot : Eh Gundul, kamu diem aja, kalau kamu juga batal nikah kenapa ? bukannya seharusnya malah minggu lalu nikahnya


Gundul : Iya nih Plis / Mot, kami batal nikah karena kami Beda Kelamin.


Cuplis & Gatot : ???


Wkwkwkwk 


Cerita Gendeng MiYABi



Dono:mah nih gambar siapa..??

Nyodorin gambar miyabi


mama:oh ini miyabi alias maria ozawa.


Dono: pasti dia hidupnya melarat ya mah..


Mama:ya nggak lah dia kan artis dari jepang


Dono:iya mah hidupnya melarat bngt sampe" gx bisa beli baju kemarin Dono liat ratusan foto miyabi di hp papah.


Mamah : PAPAH!!!!!!!


Inilah kumpulan cerita lucu dan gokil dengan tema GOBLOK..


Suatu waktu si kakek lg mancing ikan, udah 3 jam blom dapet2...

Anak: "Lagi Ngapain Kek..??"

Kakek: "Lo kagak liat?? Gue lagi mancing, goblokk..!!"

Anak: "Udah dapet kek..??"

Kakek: "Belom Goblok...!! Brisik!! Banyak bacotLuh..!!"

Anak: "Emang.. umpannya pake apaan kek..?"

Kakek: "Yaa pake cacing lahh..Goblok..!!"

Anak: "Pantesan gak dapet kek.. coba pake biji cereme ditumbuk,

trus Pakein Saos Abc, trus diplintir2 kecil2.."

Kakek: "Lho... emang bisa..?"

Anak: "Ya kagak bisa laa.. Goblok..!!" (sambil kaburrrr..!! )


Saking kagetnya & baru pertama kalinya di-"goblok"-in sama anak kecil, si kakek kena serangan jantung & mati...

Datanglah malaikat, trus ditanya:

Malaikat: "Kek, waktu di dunia punya agama ga??"

Kakek: "Ya punya laah.. Goblok..!!"

Malaikat: "Kek.. tolong bahasanya yg sopan ya.. barang kali aja

kakek bisa hidup & balik ke dunia lagi.."

Kakek: "Lho... emang bisa..?"

Malaikat: "Ya kagak bisa laa..Goblok..!! " 

CKCKCKCKCK...


pada suatu hari Lono ke pasar dan menemukan seorang wanita yg cantik dan bahenol, inilah diaa percakapan dari Jomo kpd wanita tersebut


Lono : neng, namanya siapa ?

wanita : mala bang

Lono : nama yg sangat indah neng, nama panggilannyas siapa ?

wanita : Malaiz bang

Lono : woww, indah sekali neng, nama panjangnya ?

wanita : malu bang......

Lono : ayolah neng

wanita : baiklah bang

Lono : siapaaaa ??? *muka seneng

wanita : nama sayaaaa...... MALAikat IZrail bang 

Lono : WHAAAAAATTTTTTTTTTTTT ??? FFFUUUCCCKKK

CKCKCKK


Guru bertanya cita - cita kepada muridnya.


Guru : "Dillah cita- cita kamu apa..?"

Dillah : "jadi polisi bu, kalau ada penjahat yg ganggu ibu aku bisa menembak dan nangkap mereka..! gratis untuk ibu"

Guru : "Dillah ibu jadi terharu, Murdi kamu jadi apa..?"

Murdi : "jadi dokter bu, kalau penjahat melukai ibu bisa ku rawat, buat ibu gratis..!"

Guru : "ibu jadi sangat terharu , kalau kamu utong mau jadi apa..?"


Utong : "Tukang gali kubur bu.! kalau Dillah tidak berhasil menangkap dan penjahat berhasil melukai dan ferdi gak berhasil merawat ibu dan ibu meninggal. kan sudah ku sediain kuburan.. Gratis. . tis. . tis. .tis untuk ibu."


Guru dengan kesal dan berkata:

"Dasar kampret keluar dari ruangan sekarang.."


CKKCKCKCKK

Aezy: met pg bu guru.. Bu guru mandi gk sih??

Bu Ayda: pg jg.. Y mandi dong,,emg knp???

Aezy: tp kok cantiknya gk luntur2 yah???. . . Hehe

Bu Ayda: hadeeeewwwhhh!


Aezy: ibu guru wkt kuliah knp gk ambil jurusan kuliner sj???

Bu Ayda: emgny knp klo ambil jurusan kuliner???

Aezy: soalny sy mw ajak ibu makan2 ntar!!! Ukhuy..

Bu Ayda: iuuuuuuuwwhhh!!!


Aezy: mf bu,, td mlm sy gk bs mgrjkn PR ibu...

Bu Ayda: lho ko gk bs.. Emg knp???

Aezy: abis td mlm sy trbayang2 wjh ibu trus. .xixixi

Bu Ayda: brisikh akh!!!


Aezy: bu nanti kalo absen jgn pnggil nm sy y. , .

Bu Ayda: knp gk bolh d pnggil???

Aezy: jgn d pnggil akh,, abis sy malu,, biar akrab xmx ajah!! Hehe

Bu Ayda: alamakkhh!!!


Bu Ayda: banyak bacot km,,, ayo sekarang wktnya Pelajaran Biologi..

Aezy: aduh gk asik. . ganti Pelajaran aja deh bu!!!

Bu Ayda: ganti apa kuprettt???

Aezy: gnti Pelajari Kisah Cinta qt br2, abis sy Naksir Bu guru.. Hahaha

Bu Ayda: €@$¥§#@¥... (pingsan kejatohan papan tulis)


1 jm kmudian...


Bu Ayda: anak2.. Td siapa yg bikin

nafas buatan. . . .!!!???

Anak2: Aezy bu. . . .

Bu Ayda: dasar Kamppreeeeettthhh!!! wuex. . . .¿¿¿ (muntah keluar bayi gorila)

CKCKCKCK

Tiga pemuda yg mabok berat nyetop

taxi trus naik.


Sopir taxi berkata dlm hatinya "dasar

pemabok, mending gue kerjain".


Lalu dia stater mobilnya trus langsung dimatiin sambil berkata "udah nyampe mas".


Pemuda yg pertama langsung membayar.


Pemuda kedua menyalami sopir

sambil bilang terima kasih.


Pemuda ketiga tiba-tiba menabok

kepala si sopir.


Sopir heran dan bertanya kenapa

dia ditabok, lalu dijawab oleh pemuda ketiga "lain kali gak usah ngebut gitu

mas..

santai aja jalannya" =))

Kupulan Cerita Seram : Kejadian menyeramkan di Gunung - berbagi tulisan

Cerita ini merupakan kisah pribadi dan kesaksian teman saya.

Dia cerita seperti ini :

Waktu itu saya bersama beberapa teman camping di atas gunung. Waktu itu sudah malam hari. Cuaca cerah dan agak dingin. Waktu itu sudah jam 12 lewat sedikit. Kami pun sepakat untuk membuat api unggun. Tapi sialnya kayu bakar tidak cukup banyak, sehingga menyala sebentar, sudah hampir habis. Mau tidak mau kami pun berpencar untuk mencari kayu lagi.

Baru saja pergi sebentar, tiba-tiba ada dua orang yang lari terbirit-birit sambil berteriak. Pada saat ditanya mengapa, mereka hanya menjawab singkat, “Ada hantu.”

Mereka bercerita di sana ada seorang perempuan. Pakaian putih, dan rambut panjang terurai. Hanya sendirian berdiri di situ…

Kami tentu saja tidak terlalu mengacuhkan mereka. Tetapi mereka ngotot bahwa itu beneran. Tetap saja tidak ada dari kami yang percaya. Mungkin saja kebetulan ada orang yang tinggal di situ.

Karena jumlah orang yang banyak, kami memutuskan membuat 3 api unggun. Setelah lewat setengah jam, dua kelompok lain tiba-tiba berhamburan datang ke kelompok saya. Orang yang duduk di seberang saya juga tiba-tiba berteriak “Hantu! Hantu!”

Semuanya berbalik melihat, pun ikut berteriak kaget.

Lidah-lidah api pada kedua api unggun itu bergerak empat arah sembarangan. Kami sangat yakin itu bukan angin, karena kedua api unggun itu bergerak berbeda arah.

Kemudian dipikir-pikir kembali cerita dua orang tadi, semakin aneh juga. Sudah semalam itu, bagaimana mungkin ada perempuan yang sendirian di sana? Lagipula, di atas gunung, bagaimana mungkin ada rumah orang?

Karena berpikir ini sepertinya tidak normal, semua sepakat turun gunung saat itu juga. Jadi kami mematikan api unggun kemudian langsung berangkat turun gunung. Pas di kaki gunung, kami melihat lagi seorang perempuan. Kali ini semua orang melihatnya. Baju putih, rambut panjang, berdiri di depan kami…

Pada saat kami kebingungan, tiba-tiba orangnya pun menghilang tanpa meninggalkan jejak. Ketika sudah agak dekat tempat perempuan itu kami melihat sebuah nisan kuburan yang sudah sangat lapuk sekali tergeletak di tanah. Bahkan nisannya sudah sangat menguning. Dan kami lihat gundukan makamnya pun sudah diinjak orang sampai rata.

Akhirnya kami pun permisi, kemudian akhirnya segera turun gunung.

Saturday, November 17, 2018

Kumpulan cerita lucu : 100% dijamin ngakak (part 1) - berbagi tulisan

Cerita Aneh Gagal Nikah


Ceritanya itu Paijo main kerumah Tarmin.

+ Paijo : Huuuaaa huuuaaa. Ya Allah berikanlah hambamu sabar. Huuuaaa huuuaaa
- Tarmin : apa Jo? Lu knp Jo?
+ Paijo : Huuuaaa
- Tarmin : jgn Lebar", Mulut Lu Bau WC Cok.
+ Paijo : Huuuaaa huuuaaa
- Tarmin : Jo
+ Paijo : apa Min? Huuuaaa huuuaaa
- Tarmin : skali Lagi Lu nangis. Bakalan ada berita News berduka Orang bunuh temenya sendiri gara2 di tusuk pacul.

tiba2 Paijo langsung Diam karna takut
- Tarmin : knp Lu nangis?
+ Paijo : Anu Min
- Tarmin : Anu mu di sengat tawon?
+ Paijo : bukan Cok, anu
- Tarmin : Anumu kecil kaya lombok ta?
+ Paijo : Your eyes ta, anu Min aku gagal nikah
- Tarmin : (Jatoh kebelakang). knp Kok Lu bisa sampai gagal nikah? sama Markonah yg cantik
itu kan?

+ Paijo : Hiksss iya Min (Sambil Ingusan)
- Tarmin : knp kok sampai gagal nikah Jo? Paling gara2 your face kaya Gigi Bekicot, xixixi (ngece)
+ Paijo : Sialan. bukan karna itu Cok. Tapi katanya mas mas'an yang gua
bawa itu kebanyakan
- Tarmin : Lho. harusnya kan Markonah seneng, nikah Lu bawakan mas mas'an banyak
+ Paijo : Iya Min, tapi
- Tarmin : Tapi apalagi Cok?
+ Paijo : Tapi yg Gua bawa itu Mas Paidi, Mas Budi, Mas Kipli, Mas bodrek,
mas paramek, akekekekek
- Tarmin : Sialan Lu..
+ Paijo : akekekekek ..
- Tarmin : Jo
+ Paijo : Apa ?
- Tarmin : kalo gitu nikah sama Gua aja (kedip kedip)
+ Paijo : Iya Cok ayo

Akhirnya 2 Org itu nikah trus Hidup
bahagia selamanya.
HA HA HA....

PENGALAMAN PERTAMA SOPIR TAXI


Setelah berjalan sekian lama, penumpang menepuk pundak sopir taksi untuk menanyakan sesuatu. Reaksinya sungguh tak terduga. Sopir taksi begitu terkejutnya sampai tak sengaja menginjak gas lebih dalam dan hampir saja menabrak mobil lain.

Akhirnya ia bisa menguasai kemudi dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

"Tolong, jangan sekali-sekali melakukan itu lagi," kata sopir taksi dengan wajah pucat dan menahan marah.

"Maaf, saya tidak bermaksud mengejutkan. Saya tidak mengira kalau menyentuh pundak saja bisa begitu mengejutkan Bapak."

"Persoalannya begini, ini hari pertama saya jadi sopir taksi. Bapak juga merupakan penumpang pertama."

"Oh begitu. Trus kok bisa kaget begitu?"
"Sebelumnya saya adalah sopir mobil jenazah."


Cerita Lucu Di Sekolah


Seorang Mama bertanya pada anaknya yang tidak mau lagi
pergi ke sekolah :

Mama : " Nak, mengapa kamu tidak mau lagi pergi ke
sekolah ? "

Anak : " Habis saya bingung, bu guru cara mengajarkan
berhitung ganti-ganti terus. "

Mama : " Ganti-ganti bagaimana ? "

Anak : " Ya, dua hari lalu Mama guru bilang enam adalah tiga
ditambah tiga, kemarin enam adalah empat ditambah dua,
eh sekarang katanya enam adalah lima ditambah satu,
bingungkan saya.

Mama : Tobat Nak @_@ :'(



Cerita Kocak Budi


Budi merupakan seorang pemuda yang sekian
lama hidup sendiri hingga kemudian
menemukan Lina sang pujaan hati.

Setelah mereka menikah, usia pernikahan mereka tidak
berlangsung lama karena adanya perbedaan
keyakinan. Rohim yang adalah sahabat Budi
mempertanyakan hal tersebut.

Rohim: "Kenapa kalian bisa bercerai sob, apa
masalahnya?"

Budi: "Kita itu beda keyakinan bro, aku tak
tahan lagi."

Rohim: "Loh, bukannya kalian seagama?"
Budi: "Iyah, memang sob"

Rohim: "Lalu kenapa sampai bercerai karena
perbedaan keyakinan?!"

Budi: "Selama ini aku selalu yakin bahwa aku ini
ganteng, tapi Lina tidak bisa menerima
keyakinanku itu dan selalu mempermasalahkannya."


Cerita Konyol Adek Yang Menjebak Kaka nya



Pada Suatu hari Luna sedang melihat adik kesayangannya yang benama Tuti, adiknya itu begitu lucu dan menggemaskan dia sedang mamain mainkan tali dan tali itu diikatkan ke pohon yang tidak begitu besar yang ada di depan rumahnya mereka, sambil mengikatkan tali Tuti bicara sendiri "' bikin jebakan ah siapa tahu ada yang terperangkap"

Luna pu terheran heran atas tingkah laku adiknya dan diapun jadi penasaran dan langsung bertanya kepada adiknya beginilah percakapan mereka yang sangat lucu banget, humor dan gokil :Luna : tuti sayang lagi main apaan sih ? untuk apaan tali diikat ikat ke pohon kakak boleh tahu tidak?

Tuti : Begini kak aku lagi bikin jebakan nih kak.

Luna : adik manis lagi bikin jebakan apa sayang kasih tahu kakak dung?

Tuti : "ga boleh dung kak ini rahasia ga bilang siapa siapa , kan rahasia pribadiku, namanya jebakan rahasia pribadi."

Luna : Ah adik masak kakak tidak dikasih tau kasih tau dung plisssss,

Tuti : iya kakak ya udah kasian kakak adik kasih tahu tapi bayar dulu 5000 rupiah kan ya entar adik kasih tahu dah

Luna: ya udah deh ni kakak kasih duit 5000 rupiah buat adik nih ambil tut

Tuti: makasih ya kakak jangan marah ya janji, ini khusus jebakan orang bodoh yang mau ngasih 5000 rupiah buat aku kak hehehehe kena dah

Lina : "Wah kejebak dech guwe..."

Kumpulan cerita lucu : Abu Nawas Mengecoh Raja - berbagi tulisan

      Sejak peristiwa penghancuran barang-barang di istana oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh Baginda, sejak saat itu pula Baginda ingin menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan ke penjara.

Sudah menjadi hukum bagi siapa saja yang tidak sanggup melaksanakan titah Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda tahu

Abu Nawas amat takut kepada beruang. Suatu hari Baginda memerintahkan prajuritnya menjemput Abu Nawas agar bergabung dengan rombongan Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu beruang. Abu Nawas merasa takut dan gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.

Dalam perjalanan menuju ke hutan, tiba-tiba cuaca yang cerah berubah menjadi mendung. Baginda memanggil Abu Nawas. Dengan penuh rasa hormat Abu Nawas mendekati Baginda.

"Tahukah mengapa engkau aku panggil?" tanya Baginda tanpa sedikit pun senyum di wajahnya.

"Ampun Tuanku, hamba belum tahu." kata Abu Nawas.

"Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan turun hujan. Hutan masih jauh dari sini. Kau kuberi kuda yang lamban. Sedangkan aku dan pengawal-pengawalku akan menunggang kuda yang cepat. Nanti pada waktu santap siang kita berkumpul di tempat peristirahatanku. Bila hujan turun kita harus menghindarinya dengan cara kita masing-masing agar pakaian kita tetap kering. Sekarang kita berpencar." Baginda menjelaskan.

Kemudian Baginda dan rombongan mulai bergerak. Abu Nawas kini tahu Baginda akan menjebaknya. la harus mancari akal. Dan ketika Abu Nawas sedang berpikir, tiba-tiba hujan turun.

Begitu hujan turun Baginda dan rombongan segera memacu kuda untuk mencapai tempat perlindungan yang terdekat. Tetapi karena derasnya hujan, Baginda dan para pengawalnya basah kuyup. Ketika santap siang tiba Baginda segera menuju tempat peristirahatan. Belum sempat baju Baginda dan para pengawalnya kering, Abu Nawas datang dengan menunggang kuda yang lamban. Baginda dan para pengawal terperangah karena baju Abu Nawas tidak basah. Padahal dengan kuda yang paling cepat pun tidak bisa mencapai tempat berlindung yang paling dekat.

Pada hari kedua Abu Nawas diberi kuda yang cepat yang kemarin ditunggangi Baginda Raja. Kini Baginda dan para pengawal-pengawalnya mengendarai kuda-kuda yang lamban. Setelah Abu Nawas dan rombongan kerajaan berpencar, hujan pun turun seperti kemarin. Malah hujan hari ini lebih deras daripada kemarin. Baginda dan pengawalnya langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.

Ketika saat bersantap siang tiba, Abu Nawas tiba di tempat peristirahatan lebih dahulu dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Selang beberapa saat Baginda dan para pengawalnya tiba dengan pakaian yang basah kuyup. Melihat Abu Nawas dengan pakaian yang tetap kering Baginda jadi

penasaran. Beliau tidak sanggup lagi menahan keingintahuan yang selama ini disembunyikan.

"Terus terang begaimana caranya menghindari hujan, wahai Abu Nawas." tanya Baginda.

"Mudah Tuanku yang mulia." kata Abu Nawas sambil tersenyum.

"Sedangkan aku dengan kuda yang cepat tidak sanggup mencapai tempat berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini." kata Baginda.

"Hamba sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan.Tetapi begitu hujan turun hamba secepat mungkin melepas pakaian hamba dan segera melipatnya, lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti." Diam-diam Baginda Raja mengakui kecerdikan Abu Nawas.

Dongen untuk anak : Sebutir Berlian dan Sekantong Gandum - berbagi tulisan

Syahdan, pada satu masa dahulu di suatu negeri, hiduplah seorang saudagar yang kaya raya. Pak Ulung namanya. Sesuai namanya, Pak Ulung saudagar yang ulung dan ulet dalam bekerja. Perniagaannya sampai ke negeri-negeri yang jauh. Berbagai macam barang yang diniagakan. Ketika pulang, membawa keuntungan beserta oleh-oleh berbagai rupa.

Pak Ulung telah lama ditinggalkan istrinya, Bu Ulung, menghadap Sang Pencipta. Pak Ulung memiliki dua orang anak lelaki, bernama Si Tulus dan Si Irus. Si Tulus dan Si Irus sudah remaja. Mereka hidup dalam gelimang kecukupan harta. Rumahnya besar, tanahnya luas, dan pembantunya banyak.

Pada satu hari, Pak Ulung jatuh sakit. Demi kesembuhan, berbagai tabib didatangi dan mendatangi Pak Ulung. Namun sakit Pak Ulung tidak jua sembuh, malah bertambah-tambah. Dan perniagaan pun dipercayakan pada pembantu-pembantu Pak Ulung.

Sayang sekali, pembantu-pembantu Pak Ulung banyak yang tidak jujur. Perniagaan sering merugi. Dan harta pun terjual satu demi persatu, hingga tersisa sedikit saja. Karena sakit yang tak kunjung sembuh, Pak Ulung merasa hidupnya tak lama lagi. Maka dipanggilah kedua anaknya, Si Tulus dan Si Irus ke tepi ranjangnya.

Anakku Tulus dan Irus, hidup ayah tidak lama lagi, kata Pak Ulung pelan.

Ayah jangan berkata begitu, Ayah tidak boleh berputus asa, rintih sedih Si Tulus.

Jika ayah pergi, siapa yang akan menghidupiku? rengek Si Irus.

Pak Ulung melanjutkan kata-katanya, Kalian adalah lelaki, kelak harus mandiri. Ayah selama ini telah memberi kalian harta dan ilmu yang kerkecukupan. Namun kini yang tersisa, cuma rumah yang sederhana ini, sebidang tanah dengan sekantong gandum, dan sebutir besar berlian. Kalian tinggallah di rumah ini sampai mandiri. Sisanya pilihlah untuk bekal hidup kalian.

Dan kesokan harinya, Pak Ulung pun menghadap Sang Pencipta. Sedih betul Si Tulus dan Si Irus. Namun mereka harus melanjutkan kehidupan. Maka teringatlah keduanya akan wasiat sang ayah. Sebidang tanah beserta sekantung bibit gandum, dan sebutir berlian besar.

Aku memilih sebutir berlian. Bagian Kak Tulus saja sebidang tanah dan sekantung gandum itu, sergah Si Irus.

Si Tulus bimbang. Nilai sebidang tanah dan sekantung bibit gandum sangatlah sedikit dibanding sebutir besar berlian itu, pikir Si Tulus. Namun karena sayangnya Si Tulus pada Si Irus, maka Si Tulus setuju.

Baiklah, Semoga berguna bagimu, Dik Irus, jawab Si Tulus.

Maka keesokan harinya pergilah Si Irus ke Kota Raja, untuk menjual berlian. Lupalah Si Irus akan nasihat sang ayah. Tak jua mencari kerja, dihabiskannya sedikit demi sedikit hartanya. Sementara sang kakak, Si Tulus, cemas menunggunya di rumah.

Si Tulus, dengan sekantung bibit gandum dari sang ayah, mulailah berladang di sebidang tanah ayahnya. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun berganti. Si Tulus terus bekerja, senantiasa berdoa, serta tak lupa berderma. Merangkak dari petani sederhana hingga menjadi tuan tanah, dan pula belajar berniaga seperti ayahnya dulu. Sedangkan Si Irus hidup terlunta-lunta di Kota Raja.

Dan pada satu ketika, Si Tulus pergi ke Kota Raja. Hingga tidak sengaja bertemulah Si Tulus dengan seorang pemikul barang yang terlihat letih dan tua, dengan topi lebar menutupi kepalanya.

Boleh saya bawa barangnya Tuan, Cukuplah sekedar makan buat saya, pinta lirih sang pemikul.

Hati Si Tulus berdesir. Sepertinya tidak asing suara sang pemikul. Si Tulus menatap lekat-lekat. Menyibak topinya. Ternyata Si Irus! Dipeluknya tubuh lusuh sang adik. Dan Si Irus pun juga terperanjat, menyadari sang kakak.

Pulanglah bersamaku, haru Si Tulus.

Tidak Kak Tulus, aku malu menjadi beban.

Akan kuajari engkau bekerja, selama ada kemauan!

Dan Si Irus pun cuma bisa tertunduk malu. Namun Si Tulus tetap menggandeng Si Irus pulang.

Kumpulan cerita lucu : Abu Nawas menipu juragan tanah yang kikir - berbagi tulisan

      Kita sua kembali dengan kisah-kisah yang lucu tentang petualangan Abu Nawas yang cerdik. Selalu saja ada cara untuk menghadapi ketegangan antara lawan maupun kawan.

Abu Nawas memiliki tetangga yang sangat kikir dan serakah, dia pun ingin memberikan pelajaran agar tetangga yang berprofesi sebagai tuan tanah tersebut bertobat. Bagaimana kisahnya ya,

Kisahnya
Pada suatu sore, Abu Nawas duduk di beranda rumahnya sambil memandang langit. Abu Nawas berpikir bagaimana caranya agar sore itu keluarganya bisa dapat makan.

Sementara itu, dalam jarak puluhan meter dari rumah Abu Nawas, seorang tuan tanah tinggal. Rumahnya mewah, lengkap dengan gudang makanan dan peternakan serta perkebunan yang luas. Hamppir semua warga di kampung itu, bahkan termasuk Abu Nawas, bekerja kepada tuan tanah tersebut.

Namun, tuan tanah itu memiliki sifat yang kikir serta tamak.

Telur Bisa Beranak
Tuan tanah itu mendengar berita bahwa Abu Nawas memiliki keahlian yang unik.
Apabila meminjam sesuatu akan dikembalikan secara lebih dengan alasan beranak. Seperti meminjam seekor ayam, maka akan dikembalikan dua karena ayam itu beranak. Tuan tanah lalu mencari cara agar Abu Nawas segera meminjam uang darinya.

Kebetulan pada sore itu Abu Nawas ingin meminjam berupa tiga butir telur. Kontan saja tuan tanah senang bukan kepalang karena pinjaman itu akan menjadi banyak nantinya. Bahkan tuan tanah tersebut menawarkan pinjaman-pinjaman yang lain. Akan tetapi Abu Nawas menolaknya karena dia hanya butuh tiga butir telur itu saja.

Saat tuan tanah menanyakan kapan telur itu akan beranak, Abunawas menjawab itu tergantung dengan keadaan.

Lima hari berlalu, Abu Nawas pun mengembalikan telur yang dipinjamnya dengan lima butir telur. Tuan tanah sangat senang dan dia menawarkan pinjaman lagi. Abu Nawas pun meminjam piring tembikar sebanyak dua buah dan tuan tanah itu dengan senang hati meminjamkannya dengan harapan piring tembikarnya beranak kayak telur ayam yang dulu.

Lima hari pun berlalu lagi dan Abu Nawas mengembalikan piring tembikar sebanyak tiga buah. Walaupun tidak sesuai dengan yang diharapkan, tetapi hati si Tuan tanah cukup gembira. Tak apalah piki tuan tanah karena bisa saja orang itu mempunyai anak tunggal bahkan tidak memiliki anak.

Mati Mendadak
Pada hari selanjutnya, si tuan tanah menawarkan pinjaman uang senilai 1000 dinar. Sebuah jumlah yang cukup besar, bahkan bisa untuk menggaji seluruh karyawan tuan tanah selama satu bulan. Dia menanti dengan tidak sabar. Hari berganti hari bahkan lima hari terlewati sudah. Tak terasa sudah berjalan satu bulan dan Abu Nawas tak kunjung datang ke rumahnya.

Karena tidak sabar, si tuan tanah mendatangi Abunawas dengan didampingi pengawalnya. Mulanya si tuan tanah gembira, namun dia marah besar setelah menerima penjelasan dari Abu Nawas.
"Sayang sekali Tuan, uang yang saya pinjam, bukannya beranak, malah tiga hari setelah saya bawa pulang, mati mendadak," ujar Abu Nawas.

Mendengar itu, si tuan tanah menjadi geram.
Pengawalnya hampir saja memukul Abu Nawas, tapi untung saja tidak jadi karena ada rombongan pekerja yang baru pulang. Tuan tanah mengadukan Abu Nawas ke pengadilan dan berharap Abunawas digantung atau bahkan dihukum rajam.

Di depan hakim, Abu Nawas melakukan pembelaan dengan membeberkan semua duduk persoalannya. Demikian juga dengan si tuan tanah. Pengadilan pun memutuskan bahwa Abu Nawas tida bersalah karena sangat masuk akal kalau sesuatu yang bisa beranak pasti bisa mati. Seketika itu juga tuan tanah yang tamak itu pingsan selama beberapa jaman sulit untuk dibangunkan. Ia telah tertipu karena wataknya sendiri yang kikir, tamak dan pelit.

Kumpulan cerita lucu : Abu Nawas Mati - berbagi tulisan

        Baginda Raja pulang ke istana dan langsung memerintahkan para prajuritnya menangkap Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas telah hilang entah kemana karena ia tahu sedang diburu para prajurit kerajaan. Dan setelah ia tahu para prajurit kerajaan sudah meninggalkan rumahnya, Abu Nawas baru berani pulang ke rumah.

"Suamiku, para prajurit kerajaan tadi pagi mencarimu."

"Ya istriku, ini urusan gawat. Aku baru saja menjual Sultan Harun Al Rasyid menjadi budak."

"Apa?"

"Raja kujadikan budak!"

"Kenapa kau lakukan itu suamiku."

"Supaya dia tahu di negerinya ada praktek jual beli budak. Dan jadi budak itu sengsara."

"Sebenarnya maksudmu baik, tapi Baginda pasti marah. Buktinya para prajurit diperintahkan untuk menangkapmu."

"Menurutmu apa yang akan dilakukan Sultan Harun Al Rasyid kepadaku."

"Pasti kau akan dihukum berat."

"Gawat, aku akan mengerahkan ilmu yang kusimpan,"

Abu Nawas masuk ke dalam, ia mengambil air wudhu lalu mendirikan shalat dua rakaat. Lalu berpesan kepada istrinya apa yang harus dikatakan bila Baginda datang.

Tidak berapa alama kemudian tetangga Abu Nawas geger, karena istri Abu Nawas menjerit-jerit.

"Ada apa?" tanya tetangga Abu Nawas sambil tergopoh-gopoh.

"Huuuuuu .... suamiku mati....!"

"Hah! Abu Nawas mati?"

"lyaaaa....!"

Kini kabar kematian Abu Nawas tersebar ke seluruh pelosok negeri. Baginda terkejut. Kemarahan dan kegeraman beliau agak susut mengingat Abu Nawas adalah orang yang paling pintar menyenangkan dan menghibur Baginda Raja.

Baginda Raja beserta beberapa pengawai beserta seorang tabib (dokter) istana, segera menuju rumah Abu Nawas. Tabib segera memeriksa Abu Nawas. Sesaat kemudian ia memberi laporan kepada Baginda bahwa Abu Nawas memang telah mati beberapa jam yang lalu.

Setelah melihat sendiri tubuh Abu Nawas terbujur kaku tak berdaya, Baginda Raja marasa terharu dan meneteskan air mata. Beliau bertanya kepada istri Abu Nawas.

"Adakah pesan terakhir Abu Nawas untukku?"

"Ada Paduka yang mulia." kata istri Abu Nawas sambil menangis.

"Katakanlah." kata Baginda Raja.

"Suami hamba, Abu Nawas, memohon sudilah kiranya Baginda Raja mengampuni semua kesalahannya dunia akhirat di depan rakyat." kata istri Abu Nawas terbata-bata.

"Baiklah kalau itu permintaan Abu Nawas." kata Baginda Raja menyanggupi.

Jenazah Abu Nawas diusung di atas keranda. Kemudian Baginda Raja mengumpulkan rakyatnya di tanah lapang. Beliau berkata, "Wahai rakyatku, dengarkanlah bahwa hari ini aku, Sultan Harun Al Rasyid telah memaafkan segala kesalahan Abu Nawas yang telah diperbuat terhadap diriku dari dunia hingga akhirat. Dan kalianlah sebagai saksinya."

Tiba-tiba dari dalam keranda yang terbungkus kain hijau terdengar suara keras, "Syukuuuuuuuur ...... !"

Seketika pengusung jenazah ketakukan, apalagi melihat Abu Nawas bangkit berdiri seperti mayat hidup. Seketika rakyat yang berkumpul lari tunggang langgang, bertubrukan dan banyak yang jatuh terkilir. Abu Nawas sendiri segera berjalan ke hadapan Baginda. Pakaiannya yang putih-putih bikin Baginda keder
juga.

"Kau... kau.... sebenarnya mayat hidup atau memang kau hidup lagi?" tanya Baginda dengan gemetar.

"Hamba masih hidup Tuanku. Hamba mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengampunan Tuanku."

"Jadi kau masih hidup?"

"Ya, Baginda. Segar bugar, buktinya kini hamba merasa lapar dan ingin segera pulang."

"Kurang ajar! Ilmu apa yang kau pakai Abu Nawas?

"Ilmu dari mahaguru sufi guru hamba yang sudah meninggal dunia..."

"Ajarkan ilmu itu kepadaku..."

"Tidak mungkin Baginda. Hanya guru hamba yang mampu melakukannya. Hamba tidak bisa mengajarkannya sendiri."


  • "Dasar pelit !" Baginda menggerutu kecewa.

Kumpulan cerita lucu : Biografi Abu Nawas - berbagi tulisan


       Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan.

Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat 
Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Abu Nawas belajar sastra Arab kepada Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran kepada Ya'qub al-Hadrami. Sementara dalam Ilmu Hadis, ia belajar kepada Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa'ad as-Samman.

Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

Kemudian ia pindah ke Baghdad. Di pusat peradaban Dinasti Abbasyiah inilah ia berkumpul dengan para penyair. Berkat kehebatannya menulis puisi, Abu Nawas dapat berkenalan dengan para bangsawan. Namun karena kedekatannya dengan para bangsawan inilah puisi-puisinya pada masa itu berubah, yakni cenderung memuja dan menjilat penguasa.

Dalam Al-Wasith fil Adabil 'Arabi wa Tarikhihi, Abu Nawas digambarkan sebagai penyair multivisi, penuh canda, berlidah tajam, pengkhayal ulung, dan tokoh terkemuka sastrawan angkatan baru. Namun sayang, karya-karya ilmiahnya justru jarang dikenal di dunia intelektual. Ia hanya dipandang sebagai orang yang suka bertingkah lucu dan tidak lazim. Kepandaiannya menulis puisi menarik perhatian Khalifah Harun al-Rasyid. Melalui musikus istana, Ishaq al-Wawsuli, Abu Nawas dipanggil untuk menjadi penyair istana (sya'irul bilad).

Sikapnya yang jenaka menjadikan perjalanan hidupnya benar-benar penuh warna. Kegemarannya bermain kata-kata dengan selera humor yang tinggi seakan menjadi legenda tersendiri dalam khazanah peradaban dunia. Kedekatannya dengan kekuasaan juga pernah menjerumuskannya ke dalam penjara. Pasalnya, suatu ketika Abu Nawas membaca puisi Kafilah Bani Mudhar yang dianggap menyinggung Khalifah. Tentu saja Khalifah murka, lantas memenjarakannya. Setelah bebas, ia berpaling dari Khalifah dan mengabdi kepada Perdana Menteri Barmak. Ia meninggalkan Baghdad setelah keluarga Barmak jatuh pada tahun 803 M. Setelah itu ia pergi ke Mesir dan menggubah puisi untuk Gubernur Mesir, Khasib bin Abdul Hamid al-Ajami. Tetapi, ia kembali lagi ke Baghdad setelah Harun al-Rasyid meninggal dan digantikan oleh Al-Amin.

Sejak mendekam di penjara, syair-syair Abu Nawas berubah, menjadi religius. Jika sebelumnya ia sangat pongah dengan kehidupan duniawi yang penuh glamor dan hura-hura, kini ia lebih pasrah kepada kekuasaan Allah.

Memang, pencapaiannya dalam menulis puisi diilhami kegemarannya melakukan maksiat. Tetapi, justru di jalan gelap itulah, Abu Nawas menemukan nilai-nilai ketuhanan. Sajak-sajak tobatnya bisa ditafisrkan sebagai jalan panjang menuju Tuhan. Meski dekat dengan Sultan Harun al-Rasyid, Abu Nawas tak selamanya hidup dalam kegemerlapan duniawi. Ia pernah hidup dalam kegelapan – tetapi yang justru membawa keberkahan tersendiri.

Seorang sahabatnya, Abu Hifan bin Yusuf bin Dayah, memberi kesaksian, akhir hayat Abu Nawas sangat diwarnai dengan kegiatan ibadah. Beberapa sajaknya menguatkan hal itu. Salah satu bait puisinya yang sangat indah merupakan ungkapan rasa sesal yang amat dalam akan masa lalunya.


Mengenai tahun meningalnya, banyak versi yang saling berbeda. Ada yang menyebutkan tahun 190 H/806 M, ada pula yang 195H/810 M, atau 196 H/811 M. Sementara yang lain tahun 198 H/813 M dan tahun 199 H/814 M. Konon Abu Nawas meninggal karena dianiaya oleh seseorang yang disuruh oleh keluarga Nawbakhti – yang menaruh dendam kepadanya. Ia dimakamkan di Syunizi di jantung Kota Baghdad.